='blog' name='all-head-content'/> Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi ~ About Industrial Engineering

Senin, 23 Desember 2024

Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi

 Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi

1. Definisi Perancangan Sistem Kerja
Perancangan sistem kerja adalah proses merancang dan mengoptimalkan pekerjaan, alat, lingkungan, dan prosedur kerja untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, keselamatan, dan kenyamanan bagi pekerja. Tujuannya adalah menciptakan sistem kerja yang efektif dengan mempertimbangkan keterbatasan manusia serta kemampuan teknologi.

2. Pengertian Ergonomi
Ergonomi adalah disiplin ilmu yang mempelajari interaksi manusia dengan elemen-elemen lain dalam sistem kerja, termasuk alat, lingkungan, dan teknologi. Tujuannya adalah mengoptimalkan kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi dalam pekerjaan.

Ergonomi berasal dari bahasa Yunani:

  • Ergo berarti kerja
  • Nomos berarti hukum atau aturan

Prinsip Dasar Ergonomi

  1. Anthropometry (Antropometri): Memastikan alat dan lingkungan kerja sesuai dengan ukuran tubuh manusia.
  2. Biomechanics (Biomekanik): Mengurangi risiko cedera dengan mempertimbangkan gerakan tubuh dan kekuatan otot.
  3. Physiology (Fisiologi): Mengelola beban kerja fisik dan mental agar tidak melebihi kapasitas tubuh manusia.
  4. Cognitive Ergonomics (Ergonomi Kognitif): Memahami kemampuan otak dalam memproses informasi untuk mengurangi kesalahan manusia.
  5. Psychosocial Ergonomics (Ergonomi Psikososial): Mempertimbangkan aspek psikologi dan hubungan sosial di tempat kerja.

Tujuan Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi

  1. Meningkatkan produktivitas kerja.
  2. Mengurangi kelelahan dan risiko cedera.
  3. Meningkatkan kualitas produk atau layanan.
  4. Meningkatkan kesejahteraan pekerja.
  5. Memastikan keselamatan kerja.

Langkah-Langkah Perancangan Sistem Kerja

  1. Analisis Sistem Kerja: Mengidentifikasi tugas, alur kerja, dan sumber daya yang terlibat.
  2. Pengukuran Waktu dan Gerakan: Memastikan pekerjaan dilakukan secara efisien.
  3. Identifikasi Masalah Ergonomi: Menganalisis apakah ada elemen yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau bahaya.
  4. Rancangan Alternatif: Membuat beberapa opsi rancangan kerja berdasarkan prinsip ergonomi.
  5. Uji Coba dan Evaluasi: Menguji sistem yang dirancang untuk melihat efektivitas dan efisiensinya.
  6. Implementasi dan Perbaikan: Menerapkan sistem kerja baru dan terus melakukan perbaikan berdasarkan umpan balik.

Aplikasi Ergonomi dalam Perancangan Sistem Kerja

  1. Perancangan Tempat Kerja: Memastikan tata letak dan alat kerja sesuai dengan postur tubuh.
  2. Desain Alat dan Mesin: Membuat alat yang mudah digunakan, aman, dan efisien.
  3. Pengelolaan Waktu Kerja: Mengatur jadwal kerja yang seimbang untuk menghindari kelelahan.
  4. Manajemen Beban Kerja: Membagi beban kerja secara merata sesuai dengan kapasitas pekerja.
  5. Pengendalian Lingkungan Kerja: Mengelola suhu, pencahayaan, dan kebisingan agar nyaman.

Keuntungan Ergonomi dalam Sistem Kerja

  1. Meningkatkan efisiensi kerja.
  2. Mengurangi biaya kesehatan akibat cedera kerja.
  3. Meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja.
  4. Mengurangi tingkat kesalahan dalam pekerjaan.
  5. Meningkatkan daya saing perusahaan.

Contoh Implementasi Ergonomi

  • Kursi kantor yang dirancang dengan sandaran lumbar untuk mendukung punggung.
  • Meja kerja yang dapat disesuaikan tingginya untuk postur duduk atau berdiri.
  • Sistem pencahayaan yang tidak menyebabkan silau atau kelelahan mata.
  • Penggunaan conveyor belt untuk mengurangi beban angkat manual pekerja.

Dengan penerapan ergonomi yang baik, sistem kerja dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat bagi pekerja serta organisasi.

0 komentar:

Posting Komentar