='blog' name='all-head-content'/> Perencangan dan Tata Letak Fasilitas ~ About Industrial Engineering

Senin, 23 Desember 2024

Perencangan dan Tata Letak Fasilitas

Pengertian Perancangan dan Tata Letak Fasilitas

  • Perancangan Fasilitas: Proses menentukan kebutuhan fasilitas, termasuk jumlah, jenis, dan kapasitas peralatan, ruang kerja, gudang, kantor, serta elemen lainnya untuk mendukung kegiatan operasional.
  • Tata Letak Fasilitas: Penempatan optimal dari mesin, peralatan, dan area kerja dalam suatu fasilitas untuk mendukung aliran material, informasi, dan manusia secara efektif.

Tujuan Perancangan dan Tata Letak Fasilitas

  1. Meminimalkan biaya operasional (transportasi, handling material, dan sebagainya).
  2. Meningkatkan efisiensi proses produksi atau pelayanan.
  3. Memaksimalkan penggunaan ruang yang tersedia.
  4. Memastikan keselamatan kerja dan kenyamanan bagi pekerja.
  5. Mendukung fleksibilitas terhadap perubahan kebutuhan di masa depan.

Prinsip Dasar Tata Letak Fasilitas

  1. Integrasi:
    • Memastikan koordinasi antara semua elemen (manusia, mesin, bahan baku, dan informasi).
  2. Minimasi Jarak:
    • Meminimalkan jarak tempuh material dan pekerja untuk mengurangi waktu dan biaya.
  3. Fleksibilitas:
    • Tata letak harus mudah diadaptasi terhadap perubahan permintaan, teknologi, atau produk.
  4. Keamanan dan Kenyamanan:
    • Menjamin lingkungan kerja yang aman dan ergonomis bagi pekerja.
  5. Aliran Lancar:
    • Menghindari hambatan dalam aliran material, informasi, dan manusia.

Jenis Tata Letak Fasilitas

  1. Tata Letak Berdasarkan Proses (Process Layout):

    • Cocok untuk produksi dengan variasi tinggi dan volume rendah.
    • Contoh: Bengkel mesin.
    • Kelebihan: Fleksibilitas tinggi.
    • Kekurangan: Jarak transportasi material sering lebih panjang.
  2. Tata Letak Berdasarkan Produk (Product Layout):

    • Cocok untuk produksi massal dengan volume tinggi dan variasi rendah.
    • Contoh: Jalur perakitan otomotif.
    • Kelebihan: Efisiensi tinggi, aliran material lebih teratur.
    • Kekurangan: Kurang fleksibel terhadap perubahan produk.
  3. Tata Letak Stasioner (Fixed-Position Layout):

    • Produk tetap di satu tempat, sementara pekerja, mesin, dan material mendatangi lokasi produk.
    • Contoh: Pembangunan kapal atau pesawat.
    • Kelebihan: Cocok untuk produk besar.
    • Kekurangan: Membutuhkan koordinasi tinggi.
  4. Tata Letak Seluler (Cellular Layout):

    • Mengelompokkan mesin berdasarkan kelompok produk yang memiliki proses serupa.
    • Contoh: Produksi komponen elektronik.
    • Kelebihan: Kombinasi fleksibilitas proses dan efisiensi produk.
  5. Tata Letak Hybrid:

    • Menggabungkan dua atau lebih jenis tata letak untuk memenuhi kebutuhan unik.

Metode Perancangan Tata Letak

  1. Systematic Layout Planning (SLP):

    • Metode sistematis yang melibatkan analisis hubungan antar aktivitas dan kebutuhan ruang.
    • Langkah utama:
      1. Analisis hubungan aktivitas.
      2. Penyusunan alternatif tata letak.
      3. Pemilihan tata letak terbaik.
  2. Computerized Layout Planning:

    • Menggunakan perangkat lunak seperti AutoCAD, Arena, atau FlexSim untuk mendesain tata letak secara digital.
  3. Diagram Aliran (Flow Diagram):

    • Untuk memetakan aliran material, informasi, atau manusia dalam fasilitas.
  4. Model Matematis:

    • Menggunakan algoritma optimasi seperti Linear Programming (LP) untuk menentukan tata letak terbaik.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tata Letak

  1. Jenis Proses Produksi:
    • Produksi massal, job shop, atau batch production membutuhkan tata letak yang berbeda.
  2. Ukuran dan Bentuk Bangunan:
    • Dimensi fisik fasilitas mempengaruhi pengaturan tata letak.
  3. Ketersediaan Teknologi:
    • Teknologi otomatisasi atau manual memengaruhi desain tata letak.
  4. Kebutuhan Aliran Material:
    • Volume, jenis, dan pola aliran material menentukan jenis tata letak yang optimal.
  5. Pertimbangan Ergonomi:
    • Desain tata letak harus memperhatikan kenyamanan pekerja.

Tantangan dalam Perancangan dan Tata Letak

  • Keterbatasan ruang yang tersedia.
  • Perubahan kebutuhan pasar atau teknologi.
  • Koordinasi antar departemen.
  • Biaya yang tinggi untuk mengubah tata letak.

0 komentar:

Posting Komentar