Pengertian Perancangan dan Tata Letak Fasilitas
- Perancangan Fasilitas: Proses menentukan kebutuhan fasilitas, termasuk jumlah, jenis, dan kapasitas peralatan, ruang kerja, gudang, kantor, serta elemen lainnya untuk mendukung kegiatan operasional.
- Tata Letak Fasilitas: Penempatan optimal dari mesin, peralatan, dan area kerja dalam suatu fasilitas untuk mendukung aliran material, informasi, dan manusia secara efektif.
Tujuan Perancangan dan Tata Letak Fasilitas
- Meminimalkan biaya operasional (transportasi, handling material, dan sebagainya).
- Meningkatkan efisiensi proses produksi atau pelayanan.
- Memaksimalkan penggunaan ruang yang tersedia.
- Memastikan keselamatan kerja dan kenyamanan bagi pekerja.
- Mendukung fleksibilitas terhadap perubahan kebutuhan di masa depan.
Prinsip Dasar Tata Letak Fasilitas
- Integrasi:
- Memastikan koordinasi antara semua elemen (manusia, mesin, bahan baku, dan informasi).
- Minimasi Jarak:
- Meminimalkan jarak tempuh material dan pekerja untuk mengurangi waktu dan biaya.
- Fleksibilitas:
- Tata letak harus mudah diadaptasi terhadap perubahan permintaan, teknologi, atau produk.
- Keamanan dan Kenyamanan:
- Menjamin lingkungan kerja yang aman dan ergonomis bagi pekerja.
- Aliran Lancar:
- Menghindari hambatan dalam aliran material, informasi, dan manusia.
Jenis Tata Letak Fasilitas
Tata Letak Berdasarkan Proses (Process Layout):
- Cocok untuk produksi dengan variasi tinggi dan volume rendah.
- Contoh: Bengkel mesin.
- Kelebihan: Fleksibilitas tinggi.
- Kekurangan: Jarak transportasi material sering lebih panjang.
Tata Letak Berdasarkan Produk (Product Layout):
- Cocok untuk produksi massal dengan volume tinggi dan variasi rendah.
- Contoh: Jalur perakitan otomotif.
- Kelebihan: Efisiensi tinggi, aliran material lebih teratur.
- Kekurangan: Kurang fleksibel terhadap perubahan produk.
Tata Letak Stasioner (Fixed-Position Layout):
- Produk tetap di satu tempat, sementara pekerja, mesin, dan material mendatangi lokasi produk.
- Contoh: Pembangunan kapal atau pesawat.
- Kelebihan: Cocok untuk produk besar.
- Kekurangan: Membutuhkan koordinasi tinggi.
Tata Letak Seluler (Cellular Layout):
- Mengelompokkan mesin berdasarkan kelompok produk yang memiliki proses serupa.
- Contoh: Produksi komponen elektronik.
- Kelebihan: Kombinasi fleksibilitas proses dan efisiensi produk.
Tata Letak Hybrid:
- Menggabungkan dua atau lebih jenis tata letak untuk memenuhi kebutuhan unik.
Metode Perancangan Tata Letak
Systematic Layout Planning (SLP):
- Metode sistematis yang melibatkan analisis hubungan antar aktivitas dan kebutuhan ruang.
- Langkah utama:
- Analisis hubungan aktivitas.
- Penyusunan alternatif tata letak.
- Pemilihan tata letak terbaik.
Computerized Layout Planning:
- Menggunakan perangkat lunak seperti AutoCAD, Arena, atau FlexSim untuk mendesain tata letak secara digital.
Diagram Aliran (Flow Diagram):
- Untuk memetakan aliran material, informasi, atau manusia dalam fasilitas.
Model Matematis:
- Menggunakan algoritma optimasi seperti Linear Programming (LP) untuk menentukan tata letak terbaik.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tata Letak
- Jenis Proses Produksi:
- Produksi massal, job shop, atau batch production membutuhkan tata letak yang berbeda.
- Ukuran dan Bentuk Bangunan:
- Dimensi fisik fasilitas mempengaruhi pengaturan tata letak.
- Ketersediaan Teknologi:
- Teknologi otomatisasi atau manual memengaruhi desain tata letak.
- Kebutuhan Aliran Material:
- Volume, jenis, dan pola aliran material menentukan jenis tata letak yang optimal.
- Pertimbangan Ergonomi:
- Desain tata letak harus memperhatikan kenyamanan pekerja.
Tantangan dalam Perancangan dan Tata Letak
- Keterbatasan ruang yang tersedia.
- Perubahan kebutuhan pasar atau teknologi.
- Koordinasi antar departemen.
- Biaya yang tinggi untuk mengubah tata letak.






0 komentar:
Posting Komentar